Insan Bernama Kekasih

Astaghfirullah hal’aziim..

kata itu lah yang pertama kali aku sebut jika aku mengingatnya. ya Allah, aku jatuh..

Aku jatuh, ya Allah. Fasilitas indera yang Engkau beri sangat-lah canggih, melebihi teknologi jaman sekarang. Dan teknologi Amerika pun jauh sangat amat kalah. Buliran mutiara yang keluar dari indera canggih yang Kau beri itu terasa hangat di permukaan utama. Mengalir layaknya Salsabilah. Ia akan keluar jika Qalbu ini haru. Bahkan ia juga bisa keluar jika Qalbu ini bahagia.

Sekarang, qalbu ini sedang haru membiru. Jadilah aku mengoleksi buliran mutiara yang tak awet untuk disimpan.

Rabb, aku malu. Mengapa aku bisa meng-haru hanya karna ini ?

Sungguh, ini adalah hal yang memalukan. Aku malu menangisinya, Rabb.

Aku ingin bangkit. Aku ingin menyimpan banyak-banyak buliran mutiara ini hanya untuk merengek pada-Mu , Rabb..

***

Aku tau, segala hal di dunia ini ada sisi tajam dan ada pula sisi tumpulnya. Tajam yang bagaimana? Thoyyib kah? atau sebaliknya. Begitu juga dengan bagaimana tumpulnya? jamil kah? atau sebaliknya.

Ambillah hikmah dari segala sesuatu yang telah terjadi.

Jika sedang haru, maka bacalah ini…

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” [137]

***

Qalbu ini identik dengan hal-hal yang ber-roman cinta. Aku menamainya “Qalbu merah muda”

Aku tak paham dengannya. Rasanya aku tak pernah merasakan yang sebenarnya. Kecuali kecintaan pada-Nya yang memang benar-benar telah banyak dibuktikan oleh-Nya.

Kecuali kedua yaitu dari ke-dua orang tuaku. Kecuali ke-tiga dari saudara, sahabat, dsb..

Namun, aku tidak pernah merasakan hal yang sama dari sesosok insan yang bernama kekasih. Ku rasa, insan yang bernama kekasih itu hanyalah penghias hidup, pengalaman, perjalanan, whatever..

Hanya yang terakhir-lah yang akan benar-benar menjadi insan bernama kekasih yang akan menjadi permanen dalam hidup seorang insan :)

Untuk mendapatkan dan didapat, itu butuh perjuangan. Tinggal bagaimana kita berpikir panjang dan logis tentangnya. Dan yang pasti, dalam ridho-Nya.

***

Aku pernah mengalami haru tentang Qalbu. Yang pastinya Qalbu Merah Muda :D

Entah apa ini ujian ataukah penghias hidup semata. Aku tak pernah tau skenario-Nya. Aku mengambil jalan intuitif, yang memang harus aku cicipi dulu segala pahit dan manis kehidupan. Lalu, tinggal pilih. Mau yang thoyyib kah? atau sebaliknya.

Allah berjualan. Ia mengobral dua pilihan kepada semua makhluk ciptaan-Nya. Yaitu BAIK dan BURUK.

Ku pikir zaman sekarang yang telah banyak ditopang dengan teknologi yang canggih, serba mewah, istimewa, whatever.. Yang BURUK lah yang banyak di beli. Karna harganya murah dan mudah untuk didapat. Hanya membeli kebutuhan dunia, merasa senang di dunia, telah merasa kaya, telah mempunyai segalanya, tertawa senang layak iblis, dan yang pasti telah “majnun” dengan keindahan dunia.

Namun, yang BAIK pun juga banyak.

Hanya orang-orang yang berpikir lah yang akan membelinya. Mahal memang. Ia susah untuk didapati. Tapi kualitasnya tingkat Dewa.

Seperti kaum Sufi pada zaman Rasulullah s.a.w. yang haus akan pilihan BAIK dari Rabb-nya. Selamatlah bagi mereka yang mengerjakan apa yang dikerjakan Sufisme, bertasawuf. (Mendekatkan diri pada Allah).

Zaman sekarang, tak kalah jua tentangnya. Bagi mereka yang kritis akan rela membeli BAIK. Menggubris yang BURUK. Menahan hawa nafsu dunia.

***

Kembali ke Qalbu Merah Muda. Aku telah baik. Aku telah mengerti. Dan aku mulai memahami apa maksud Allah mengapa aku diberi nikmat seperti ini. Dan aku bertekad ingin membeli BAIK!

Namun, aku butuh waktu ya Allah. Aku bukan lah robot yang selalu nurut. Aku bukan baby manja yang selalu bergantung pada Ummi. Aku juga bukan orang dewasa yang tau akan segala hal. Ku pikir, aku masih labil untuk itu. Bertahap, namun pasti.

Aku tak ingin lagi mengeluarkan buliran mutiara indah dari indera yang sangat canggih ini hanya karena hal sepele mengenai dunia, apalagi karena Cinta yang tak jelas kapan datang dan tiba-tiba pergi. Itu sungguh hal yang sangat…… *ah aku tak tau menyebutnya apa.

Cukup. Aku sudah mengalami bagaimana manis pahit rasanya Cinta. Aku masih cukup muda untuk memiliki yang namanya “insan bernama kekasih” . Ku pikir, yang dulu-dulu itu adalah pengalaman saja. Aku banyak belajar dari pengalaman. Skali lagi, Intuitif! cicipi jika ingin merasakan, setelahnya terserah. Mau lanjut ataukah stop.

Sekarang aku mengerti, mengapa dua tahun ini aku bisa melewatinya dengan sirkuit yang indah, jalan yang mulus, lika-liku yang tajam namun gampang di taklukkan, semuanya aku bisa lewati dengan jalan perjuangan. Terimakasih Tuhan :)

***

Memiliki insan yang bernama kekasih itu adalah hal yang menurutku kita akan bahagia jika bersama dengannya. Hanya ada satu Dzat yang bisa aku percayai dengan siapa aku bisa bertubu-tubi bahagia dengannya. Dewa. Yah! Dewa umat muslim dan muslimah :)

Namun, aku merasa tak pantas. Aku masih harus banyak mengenal-Nya. Ridhoi aku ya Allah, Dewa segala Dewa di dunia ini.

***

Debar hatiku, membisik rindu. ingin aku katakan, kau lelaki idaman.

Adakah mungkin kau ku miliki, untuk aku jadikan insan bernama kekasih

(sebagian lirik lagu dari UNIC-IBK)

***

Masih bertajuk qiyasan. Slamat membaca. Terimakasih telah membaca, mohon di komentari tulisan saya inih :)

Ekaa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s