Konflik Dalam Hidup

Dalam menerbitkan sebuah novel, yang paling dilirik penerbit adalah “konflik”. Makin rumit konflik, makin besar peluang bisa terbit. Terlebih bisa jadi best seller!

Semenjak jadi penulis, Eka y saleem jadi mikir, alangkah hambar dunia (tanpa) konflik. Toh, konflik adalah ujian dari Tuhan yang -sebenarnya- patut kita syukuri. Karena ianya adalah tanda sayang dan cinta Tuhan pada kita. Bayangkan jika hidup kita tanpa konflik? Dengan kata lain, mungkin, Tuhan telah mengabaikan kita.

Kamu sadar, gak? …kalo di hidupmu terlalu banyak konflik yang rumit, mungkin, Tuhan ingin kita jadi penulis!
Tuhan ingin kita menuliskan konflik-konflik rumit yang kita alami itu dalam sebuah cerita yang kita reka sendiri. Ingat, semakin rumit konflik, maka semakin besar pula peluang bisa terbit. Yuk, nulis!

Jangan males nulis, dong! Dulu, Eka y saleem juga males nulis. Tapi, karena ada satu konflik rumit tentang cinta semunya manusia ‪#‎jaelah‬ Eka y saleem jadi ngebet pengen mengabadikannya dalam sebuah novel. Nih, buktinya udah mau terbit

Siapa bilang Eka y saleem gak pernah pacaran? Noh, gegara pacaran, ngarepin bakal sampe pelaminan, eeh taunya putus, trus nangis-nangis gak jelas. Tapi itu dulu ya… pas Eka y saleem (masih) berada di zona ke-jahilliyah-an. But, now… fyi, gegara putus cinta, Eka y saleem jadi tobat dan sering nulis. Dan…. jadilah Ekaa Y. Saleem seperti saat ini
Oke, jadi curhat kan! Minimal, dari konflik “tragis” yang pernah kita alami dalam hidup ini, sebenernya Tuhan pengen kita sadar bahwa : apa salahnya kita mulai untuk bangkit dengan menulis ?

Yuhuuu~ selamat menulis, kamu-kamu yang pengen jadi penulis

“Orang cerdas itu bukan dilihat dari IPK atau nilai rapotnya. Tapi orang cerdas itu dilihat dari karyanya! Jadilah orang-orang yang berkarya!”

Salam menulis,

Ekaa Y. Saleem

3 comments

  1. rachmawatijuwita · Januari 24, 2015

    ka aku suka sam tulisan kaka yang ini . Boleh aku kutip tulisan kaka yang ini ya “Kamu sadar, gak? …kalo di hidupmu terlalu banyak konflik yang rumit, mungkin, Tuhan ingin kita jadi penulis!
    Tuhan ingin kita menuliskan konflik-konflik rumit yang kita alami itu dalam sebuah cerita yang kita reka sendiri. Ingat, semakin rumit konflik, maka semakin besar pula peluang bisa terbit. Yuk, nulis!”
    ini sangat mengispirasi sekali ka

    • ollaristo · Februari 11, 2015

      boleh kok🙂 asal tetap ada nama penulis ya, sayang :))

  2. rachmawatijuwita · Februari 16, 2015

    iya kaka terimakasih ya🙂 salam kenal ka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s