Hatiku Berhenti di Kamu

cover novel

OPEN PRE ORDER Hatiku Berhenti di Kamu | 4 – 15 Oktober 2014

Pada pertengahan Oktober 2014 ini, novel “Hatiku Berhenti di Kamu” akan segera terbit dan beredar di toko buku Gramedia dan di toko buku lainnya se-Indonesia.

Novel Hatiku Berhenti di Kamu (HBK) sudah dibaca oleh penulis-penulis terkenal seperti bunda Helvy Tiana Rosa, kata beliau… novel ‪#‎HBK‬ adalah : “Kisah berliku dan romantis tentang pencarian jati diri dan belahan jiwa. Sebuah novel yang menyadarkan kita arti penting kebersamaan dengan Allah dalam menerima takdir yang bisa jadi jauh lebih indah dari dugaan.”

Febrianti Almeera, penulis buku “Be A Great Muslimah” juga mengatakan : “Terharuuu! MasyaAllah… romantika berbalut konflik yang sarat akan hikmah. Perjalanan hidup yang sangat dekat dengan keseharian membuat siapapun akan larut ke dalam kisahnya.”

Novel #HBK juga “Awesome and Romantic!” kata Arif Wardhani, author @AkuKaudanKUA — “Eka membuat saya jatuh cinta. Novel ‘Hatiku Berhenti Di kamu’ ceritanya mengharukan, konfliknya bikin galau dan penuh kejutan. Recommended buat dibaca!”

***

Teman-teman yang memesan langsung melalui PRE-ORDER akan mendapatkan tanda tangan dan sedikit corat-coret kata mutiara langsung dari penulis. Bagi teman-teman UNJ bisa langsung ketemu Eka di kampus hijau!
Oke, selamat memesan #HBK
——————————————————————————————————-
PEMESANAN
Harga : Rp40.000,-
Format pemesanan :
Nama Lengkap_PO HBK_Jumlah_Alamat Lengkap
Nomor pemesanan (WhatsApp/SMS) :
+62 838 7510 7710
Segala informasi dan pertanyaan :
twitter : @saleemeka
ask.fm : http://ask.fm/Saleemeka

Nb : Seluruh SMS/Whatsapp akan diproses dalam 1×24 jam. Bagi teman-teman di luar kota Jakarta, harga di luar biaya pengiriman.

Selamat memesan #HBK

Salam hangat,
Ekaa Y. Saleem

Konflik Dalam Hidup

Dalam menerbitkan sebuah novel, yang paling dilirik penerbit adalah “konflik”. Makin rumit konflik, makin besar peluang bisa terbit. Terlebih bisa jadi best seller!

Semenjak jadi penulis, Eka y saleem jadi mikir, alangkah hambar dunia (tanpa) konflik. Toh, konflik adalah ujian dari Tuhan yang -sebenarnya- patut kita syukuri. Karena ianya adalah tanda sayang dan cinta Tuhan pada kita. Bayangkan jika hidup kita tanpa konflik? Dengan kata lain, mungkin, Tuhan telah mengabaikan kita.

Kamu sadar, gak? …kalo di hidupmu terlalu banyak konflik yang rumit, mungkin, Tuhan ingin kita jadi penulis!
Tuhan ingin kita menuliskan konflik-konflik rumit yang kita alami itu dalam sebuah cerita yang kita reka sendiri. Ingat, semakin rumit konflik, maka semakin besar pula peluang bisa terbit. Yuk, nulis!

Jangan males nulis, dong! Dulu, Eka y saleem juga males nulis. Tapi, karena ada satu konflik rumit tentang cinta semunya manusia ‪#‎jaelah‬ Eka y saleem jadi ngebet pengen mengabadikannya dalam sebuah novel. Nih, buktinya udah mau terbit

Siapa bilang Eka y saleem gak pernah pacaran? Noh, gegara pacaran, ngarepin bakal sampe pelaminan, eeh taunya putus, trus nangis-nangis gak jelas. Tapi itu dulu ya… pas Eka y saleem (masih) berada di zona ke-jahilliyah-an. But, now… fyi, gegara putus cinta, Eka y saleem jadi tobat dan sering nulis. Dan…. jadilah Ekaa Y. Saleem seperti saat ini
Oke, jadi curhat kan! Minimal, dari konflik “tragis” yang pernah kita alami dalam hidup ini, sebenernya Tuhan pengen kita sadar bahwa : apa salahnya kita mulai untuk bangkit dengan menulis ?

Yuhuuu~ selamat menulis, kamu-kamu yang pengen jadi penulis

“Orang cerdas itu bukan dilihat dari IPK atau nilai rapotnya. Tapi orang cerdas itu dilihat dari karyanya! Jadilah orang-orang yang berkarya!”

Salam menulis,

Ekaa Y. Saleem

al-hubb (cinta)

salam🙂 para pembaca setia blog Penulis Aristokratick! yang lagi galau, yuk, klik link di bawah ini! dengerin suara Penulis Aristokratick berpuisi dan bersenandung! Enjoy it!

klik ini —> al-hubb (cinta)

wahai Allah… mengapa Engkau selalu membiarkan kami berdiam saja kala pertemuan itu datang ? mengapa hati kami tak sedikit pun ingin memanggil satu sama lain ? dan mengapa ini selalu dan selalu saja terjadi ?

jika Engkau memang menakdirkan ini selalu terjadi, mengapa ? mengapa tak Kau takdirkan saja kami untuk saling menyapa ? atau, mengapa tak Kau takdirkan saja kami tak saling bertemu bahkan mengenal ?

wahai pemilik cinta dunia dan seisinya… pertemuan-pertemuan yang Kau takdirkan ini membuatku jatuh cinta padanya ? aku tak tau akan mengapanya.

jika aku mencintainya, apa Kau akan murka padaku ? apa Kau akan cemburu ? jika iya, akan kubuang jauh-jauh perasaan ini.

tapi jika tidak, akan kujaga saja perasaan ini dalam hatiku. hanya Engkau-lah yang tahu. tapi, bolehkah aku meminta tolong sesuatu pada-Mu? tolong tanamkan rasa yg sama di hatinya, agar tiada yang namanya ‘cinta sebelah hati’

Allah, Engkau yang membagikan rasa cinta ini, aku mohon semoga perasaan cinta yang kujaga ini tak sia-sia.

syukran, Robbi, aku mencinta-Mu lebih dari aku mencintai apa pun dan siapa pun di dunia ini.

— eys

Standard YouTube License

Mengukir Cinta di Belahan Jiwa

Bila yang tertulis oleh-Nya engkau yang terpilih untukku

Telah terbuka hati ini menyambut cintamu

Disini segalanya kan kita mula mengukir buaian rindu

Yang tersimpan dulu tuk menjadi nyata dalam hidup bersama

 

Izinkan aku tuk mencintamu

Menjadi belahan di dalam jiwaku

Ya Allah, jadikanlah ia pengantin sejati di dalam hidupku

 

Wahai yang dicinta, telah kurela hadirmu temani relung hatiku

Simpanlah cintaku dalam doamu, kan kujaga cintamu

Wahai yang dicinta, telah kurela hadirmu temani relung hatiku

Simpanlah nafasku dalam hidupmu, kan kujaga setiamu

 

— Nasyid, Al-Maidany —

Pesona Cinta

alquran2.jpg

Kawan, pernahkah kau mengenang sebuah keistimewaan pesona cinta ?

Indah memang pesona cinta itu.

Namun, perlu untuk diumbar ?

” Tidak “

Itu salah. Mengumbar pesona cinta itu tidak perlu.

Kata Al-Maidany, para pecinta sejati itu bukan mereka yang mengumbar-umbar pesona cinta mereka. Namun para pecinta sejati itu adalah cinta yang hanya mereka berikan kepada yang halal.

Bagaimana dengan pesona cintamu ?

Jika aku ditanya seperti itu, aku akan menjawab…

“Pesona cintaku lebih baik disimpan. Aku mencintai cinta dengan diam. Hanya aku dan Allah yang tahu. Dan yang lain tak perlu tahu.”

Kata Ustadz Felix Y Siauw juga, bahwa cinta itu tidak perlu diumbar-umbar. Biarlah ia mejadi rahasia hati.

” Hm… baiklah, ustadz🙂 “

Jika ditanya tentang adakah ia yang engkau cinta ?

” Oh banyak! “

Ups, bukan maruk ya… hehe🙂 tapi itu justru baik. Mencintai orang tua, saudara, sahabat, teman, bahkan musuh. Itu cinta kasih sayang namanya, bukan cinta merah muda berbentuk hati. Oke (y)

Bukan itu. Maksudnya adakah seorang anak adam yang engkau cinta ?

” Oooh… kalo itu rahasia. Sudah kubilang, aku mencintai cinta dengan diam. “

Memang ada rasa ingin memiliki, namun aku sadar bahwa Yang Maha Memiliki itu hanya Allah. Memang ada pula rasa ingin memasukkannya ke dalam hati, dan menjadikannya sebagai penghuni, namun sekali lagi aku sadar bahwa Yang Maha Kekal itu hanya Allah.

Pernah ada rasa simpati, rasa mengagumi.

Tapi, aku tertipu.

Tuhan, berikanku cinta, yang Kau titipkan, bukan cinta yang kutanam.

” Tuhan, salah ya kalau aku menangisi cinta ? “

Cinta siapa dulu ?

Jika cintanya Allah, pasti aku takkan kecewa. Tapi kalau cinta dari mahluk-Nya, mungkin.

Tak pantas jika aku menangisi cinta yang semu. Cinta yang mencintai cinta yang lain.

Ayolah! “MOVE ON!”

” Sekali lagi, aku mencintaimu dengan diamku “

sekian.

EYS

Nafas-Nafas Cinta

love

Ketika kau mengetuk pintu, tak akan kubuka. Bahkan aku tak akan menjawab salam darimu. Kau tau mengapa? Banyak hal yang kupertimbangkan. Demi Allah, aku hanya ingin menerima insan yang pribadinya indah, seindah malaikat. Mungkin tak ada, namun kuyakin… banyak Adam yang berusaha menjadi pribadi seperti malaikat. aamiin.

Mungkin saat ini aku masih trauma oleh virusnya cinta manusia.

Kau tau mengapa?

Tiada yang abadi di dunia ini. Begitu pun dengan cinta dunia. Rasanya hanya sesaat, syukur-syukur Allah meridhoi sampai jenjang ijab dan qobul. Jika tidak? Kembali lagi ke “Tiada yang abadi di dunia ini”.

Aku mensyukuri setiap cinta yang telah diberi oleh mahluk-Nya kepadaku. Mencintai itu indah. Namun terkadang manusia salah mengartikan dan salah mengekspresikannya. Hingga suatu ketika mereka jatuh. Tak menyadari bahwa cinta yang dijalin itu tidak di ridhoi Allah.

Namun percayalah… Allah yang menciptakan cinta. Fitrah. Setiap insan merasakannya. Tidak ada yang tidak indah jika Allah yang menciptakannya. Tinggal bagaimana kita mengartikan cinta yang sesungguhnya. Bersama hati dan kasih yang tulus mencintai Sang Pencipta Cinta, pasti akan indah. Percayalah.

Kawan, suatu ketika mungkin kita pernah jatuh hati. Memendam rasa. Atau suka pada seseorang yang kita kagumi. Namun banyak sekali yang salah mengekspresikan cinta hingga ia terperdaya dengan cintanya. marilah kita alihkan energi cinta kita bukan untuk melihat. Bukan hanya untuk memikirkan bahwa hanya dirinyalah yang terbaik bagi kita. Namun untuk mempersiapkan. Sehingga jika suatu saat kelak Allah telah berikan kepada kita satu yang tepat untuk diri kita, kita akan komitmen dengan dirinya.
Sahabatku, para pecinta sejati bukanlah ia yang mengumbar-umbar pesona cintanya. Namun para pecinta adalah ia yang siap komitmen memberikan cintanya hanya untuk yang halal bagi dirinya.
Saudaraku, mari kita bangun cinta hingga cinta kekal sampai surga…

Jangan jatuh cinta, tapi bangun cinta – Maidany.
Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memilikimu
Memasukkanmu ke dalam hati ini
Menjadi penghuni…
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri…
Namun Ternyata semua hanya permainan nafsu
Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu…
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang pernah ku tanam
Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam
pada seseorang.
by: Maidany – EYS🙂

Ahlan wa sahlan 2013….

2013

Selamat datang tahun yang baru, tahun 2013. Semoga di tahun ini kita semua dapat lebih banyak menginfestasikan diri baik untuk kehidupan dunia, maupun akhirat. Karena sejatinya waktu, semakin lama akan semakin mendekati usia tua.

Jika di tahun 2012 lalu, banyak yang telah aku lalui baik bahagia bahkan tangis… aku ingin di tahun baru, tahun 2013 ini, menjadi pribadi yang baru pula. Bangkit dari kesedihan. Bangkit dari kemalasan. Galau. Semuanya.

Aku ingin menjalani hidupku yang baru. Melupakan yang lama.

Membuka lembaran baru bersama kader-kader dakwah di sekelilingku, bersama teman seperjuangan di kampus, bersama teman organisasi, teman seiman, bahkan sungguh aku ingin membuka lembaran baru pula bersama orang-orang yang telah kubenci dan membenciku. Mari memaafkan.

Akan kubuktikan bahwa aku adalah wanita yang kuat. Yang tangguh. Yang tegar. Yang mempunyai perisai iman yang kokoh. Aku percaya bahwa Allah mendukungku.

Akan kubuktikan kepada orang-orang yang telah mengecewakanku, bahwa aku ini bisa lebih indah dan bahagia bersama orang-orang yang baik padaku. Bersama mereka yang selalu memotivasiku. Bersama mereka yang selalu ada di sampingku. Yang selalu menghapus air mataku ketika hati ini membeku mati, bahkan seakan tak akan hidup lagi.

Maha Besar Allah yang telah membuka hatiku untuk lebih mengerti akan indahnya iman. Yang telah membuka mataku lebar-lebar bahwa semua yang hilang dari diriku itu hanyalah milik Allah. Yang telah menyadarkanku bahwa apa yang telah lepas dari genggamanku itu akan digantikan dengan yang lebih baik dan indah oleh Allah. Yang telah menyadarkanku pula bahwa rencana yang telah kubuat itu tidak akan terjadi jika Allah tidak berkehendak. Allah yang telah membuka hatiku untuk hanya terikat oleh-Nya. Tidak dengan mahluk-Nya. Ia yang hanya mengertiku. Apapun. Allah… sungguh takut jika aku sampai melupa akan diri-Mu. Tolong, jangan.

Kepada siapa aku mengadu selain Engkau? Bahkan merengekpun aku hanya pada-Mu.

Semoga di tahun baru ini, semuanya akan berjalan dengan lancar, tentunya dengan ridho Allah.

2013. Aku ingin memiliki semua hal yang indah. Yang terbaik dari-Nya.

Bissmillahirrohmaanirrohiim….

by: EYS

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan…

Saat ini, kebahagiaan sedang terhalang oleh lalu lalangnya ombak yang kian hari kian meninggi. Ombak itu bermain dengan peselancar yang kian hari kian terlihat seperti tak ingin pergi.

Aku tahu, Allah tak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya yang sangat berat sehingga hamba-Nya tak sanggup menghadapinya. Semua cobaan yang Allah berikan itu pasti bisa dihadapi. Allah Maha Tahu ukuran kata kunci ‘bisa’ pada masing-masing hamba-Nya.

Saat ini, aku sedang menghadapinya.

Menghadapi cobaan yang semakin hari aku semakin yakin bahwa aku bisa menghadapinya dengan sabar. Karena Allah tidak akan memberiku cobaan yang tak bisa aku hadapi dengan kata sanggup.

Allah memberi cobaan, karena Allah sayang.

Disaat aku sedang berada di naungan kata ‘cobaan’ , aku selalu menangis. Menangisi setiap kesalahan yang telah aku perbuat. Betapa jahatnya aku. Betapa tak bersyukurnya aku. Betapa lalainya aku.

Robbi… ampuni aku.

Tak ingin lagi rasanya aku hidup di dunia ini jika hanya untuk bermain-main, tak mengenal rasa keseriusan untuk menggapai ridho dan jannah-Mu. Itu keinginan yang amat aku catat di benakku, di pikiranku, dan di hatiku.

Namun aku hanyalah sebuah partikel debu yang tak mampu menembus apapun yang Engkau rencanakan.

Aku tak tahu apapun akan rahasia-Mu.

***

Allah… rasanya aku ingin menangis sepuas-puasnya di hadapan-Mu. Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya bahwa aku sedang menunggu apa yang akan terjadi setelah kesulitan ini.

Fa innama ‘al ‘ushriyushroo. Innama ‘al ‘ushriyushroo…

Maka sesungguhnya… bersama kesulitan, ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan. (QS. Asy-Syarh : 5-6).

Dan saat ini, aku sedang menanti kemudahan yang akan Kau karuniakan kepadaku.

O Allah…  T___T